Memulai Bisnis Bisa Jadi Solusi Hadapi Resesi Ekonomi! Kok Bisa?

Pasti sudah mendengar di sepanjang akhir tahun 2022 marak kabar perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja. Dari pebisnis hingga content creator meramaikan pembahasan tentang kondisi yang diprediksi akan semakin sulit memasuki tahun 2023. Tentu banyak pertanyaan muncul, salah satunya: apa solusinya untuk menghadapi resesi ekonomi? Salah satu jawabannya adalah memulai bisnis!

Kenapa begitu?

Selama ini, UMKM terbukti dapat bertahan ketika kondisi ekonomi diterpa badai meskipun tidak tanpa perjuangan. Contohnya, saat pandemi Covid-19 yang lalu. Berdasarkan survei Bank Indonesia pada Maret 2021, sebanyak 87,5% UMKM terdampak dan 93,3% pelaku UMKM merasakan dampak penurunan omzet penjualan. Namun di sisi lain masih ada 12,5% UMKM yang tidak terdampak, dan 27,6% UMKM justru meningkat omzetnya.

Di masa pandemi, pemerintah memberikan perhatian lebih pada sektor UMKM. Program berupa dana anggaran pengendalian Covid dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) sebesar Rp 162,4 triliun dialokasikan untuk UMKM dan korporasi. UMKM juga diberi kemudahan untuk mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan transformasi ke pasar digital. Kini, mengacu pada data dari Asosiasi UMKM Indonesia, 88% UMKM sudah kembali pulih.

Berkaca dari peristiwa lalu, UMKM memiliki kesempatan yang baik untuk bertahan bahkan bertumbuh di saat krisis.

Sejak 2022, inflasi sudah mulai meningkat. Daya beli konsumen yang menurun dan gelombang PHK yang terjadi membuahkan prediksi melemahnya aliran uang karena lebih banyak yang memilih berhemat. Produk yang lebih murah, mudah dijangkau, dan berkualitas baik akan menjadi incaran. Preferensi ini berpotensi tingkatkan aktivitas bisnis UMKM ketimbang bisnis berskala besar.

UMKM Indonesia berpotensi memiliki peran besar dalam menghadapi resesi ekonomi global. Pertama, karena kontribusinya sebagai penyerap tenaga kerja. Kedua, UMKM adalah pasar potensial bagi industri jasa keuangan seperti aplikasi pembayaran dan usaha pinjaman. Ketiga, relatif cepat dalam mencari potensi ekspor. Keempat, punya kemampuan menyerap kredit terbesar. 

Pemerintah tetap menyadari pentingnya UMKM bagi perekonomian negeri. Komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan juga dilakukan melalui kebijakan dan regulasi memasuki tahun 2023. Di antaranya, yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang membantu mulai dari penjaminan kredit UMKM hingga Bantuan Produktif Usaha Mikro. UU Cipta Kerja juga akan diimplementasikan dengan serius untuk memberikan perlindungan dan kemudahan akses perizinan bagi pengembangan usaha. Tak hanya itu, Program Bangga Buatan Indonesia juga dapat menaikkan promosi produk UMKM lokal.

Tentu ini adalah kabar baik bagi Anda yang ingin memulai bisnis, baik secara full time maupun sebagai sampingan. Jadi, tunggu apalagi? 

Namun, jangan lupa untuk mengelola bisnis dengan efisien. Penting untuk memilih fasilitas usaha yang mampu mendukung kegiatan bisnis tanpa menjebol kantong dan membuang waktu. 

Saatnya wujudkan bisnis barumu bersama AMODA!

Sumber:

https://mediaindonesia.com/ekonomi/433606/gara-gara-pandemi-covid-19-diperkirakan-30-juta-umkm-bangkrut 

https://investor.id/editorial/273911/umkm-pulih 

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-balikpapan/baca-artikel/15677/Peran-Penting-UMKM-dalam-Ancaman-Isu-Resesi.html 

Gerobak Jualan Estetik Bikin Usaha Makin Sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close My Cart
Close

Close
Navigation
Categories